opo iki

12 Jun 2014

BUKIT PARALAYANG (GUNUNG BANYAK)

Posted On 01.07 by Bagus Rochadi 0 komentar

Tak berlebihan jika dulu kompeni memberi julukan kota Batu sebagai De Kleine Switzerland  yang berarti Swiss Kecil di Pulau Jawa, hanya saja di Batu tidak ada salju. Hal ini dikarenakan kondisi geografis kota Batu yang mirip dengan Swiss. Sebuah kota yang dikelilingi oleh pegunungan (lembah).

Anda dapat menikmati keindahan kota Batu ini salah satunya dari Gunung Banyak. Baik siang atau malam, tempat ini menyajikan nuansa keindahan yang berbeda. Kota Batu yang tidak terlalu luas (hanya terdiri dari 3 kecamatan saja), dapat anda nikmati dari Barat kota Batu yang berbatasan dengan daerah Pujon yang merupakan salah satu Kecamatan dari Kabupaten Malang.


Anda pun, tak perlu repot repot membawa makanan atau minuman, karena di sini ada beberapa kedai yang menyajikan makanan atau minuman ringan. Di sini, anda dilarang merokok di area paralayang. Anda pun harus membuang sampah pada tempatnya.



Apabila anda berada di Gunung Banyak pada sekitar pukul 06.30 - 16.00 anda dapat menyaksikan olah raga paralayang/paradigling. Gunung Banyak ini sendiri merupakan area start bagi penghobi olahraga paralayang/paradigling. Apabila anda penasaran ingin mencoba olah raga ini tapi tidak memiliki pengalaman sama sekali, anda bisa tandem dengan para pengojek paralayang. 
Paralayang atau paragliding adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonsia), sedangkan PLGI sendiri dibawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia).




Apabila anda ingin tandem paralayang, anda bisa menghubungi saya di nomor : 081282573685




5 Mei 2014

MUSEUM ANGKUT

Posted On 08.40 by Bagus Rochadi 1 komentar



Lagi yang Spektakuler dari Kota Batu, Museum Angkut + Movie Star Studio persembahan Jawa Timur Park Group. 



Museum Angkut atau Museum Transportasi menghadirkan perpaduan antara Wisata yang unik yang berisi sejarah dan perkembangan dunia otomotif, serta dipadu dengan legenda movie star, yang cocok bagi keluarga, penggila otomotif, atau pecinta transportasi. Di museum yang spektakuler ini, mobil – mobil  kuno yang berkelas turut dihadirkan lengkap disajikan dengan latar belakang kota-kota dan model bangunan eksotis di dunia yang terbagi dari beberapa zona antara lain, Zona Edukasi, Zona Batavia, Zona Gangster & Broadway, Zona Eropa, Zona Las Vegas serta Zona Hollywod. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati sajian Pasar Apung Nusantara yang dikemas secara unik.
Pengunjung dapat berfoto dengan Photo Spot berbagai angkutan dipadu dengan dekorasi dijamannya plus negara-negara asal Mobil-mobil dan Motor terkenal di dunia.

Broadway


Buckingham Palace


 Kampung Betawi


Pelabuhan Syah Bandar


Scooby Do

Museum Angkut+ : Wisata Narsis Paling Keren di Indonesia

Harga Tiket Pre-Soft Opening Weekday       Rp. 50.000,-
Weekend/Liburan                                         Rp. 75.000,-
*Buka mulai pukul                                         12.00-20.00 WIB.
*khusus kamera Pocket, SLR, dan handycam, additional charge Rp. 30.000,-

Apabila anda bingung mengenai rent car + driver + guide atau penginapan semacam hotel atau villa untuk melengkapi liburan anda di Kota Batu, maka andadapat menghubungi www.indonesiansuperguide.com sebagai solusi liburan anda di kota Batu.


12 Apr 2014

KOTA BATU

Posted On 18.15 by Bagus Rochadi 0 komentar


Kota Batu merupakan sebuah kota yang berada di Propinsi Jawa Timur. Keistimewaan kota ini adalah kondisi geografisnya yang dikelilingi oleh lembah pegunungan sehingga menjadikan kota Batu sebagai sebuah daerah yang dikenal karena berhawa sejuk/dingin. Gunung – gunung yang mengelilingi kota Batu, diantaranya adalah : Gunung Arjuna, Gunung Welirang, Gunung Gunung Anjasmoro, Gunung Panderman, Gunung Kawi, dan Gunung Banyak.


  
Foto Kota Batu dari Atas Pegunungan




Sejak era zaman kerajaan, kota Batu dikenal sebagai salah satu tempat peristirahatan. Hal ini diketahui dari sebuah candi yang disebut candi Songgoritiyang merupakan awal mula dari peradaban yang ada di kota Batu. Candi Songgoriti merupakan bekas peninggalan Kerajaan Singashari. Dari prasasti dan cerita, dulu pada era kerajaan Singashari, seorang raja yang bernama Raja Sindok mengurus seorang Empu (pembuat benda pusaka) yang bernama Empu Supo untuk mencari tempat peristirahatan. Empu Supo ini berjalan menuju barat, dan sampailah di sebuah lembah pegunugan yang terdapat sebuah mata air yang cukup sejuk.
Di mata air ini, Empu Supo mendirikan sebuah Candi yang kemudian dikenal sebagai Candi Songgoriti. Mata air tersebut berada di dalam Candi. Berdasarkan legenda pula, mata air yang semula dingin menjadi panas dikarenakan mata air Songgoriti ini sering dipergunakan untuk mencuci benda – benda pusaka.


Reruntuhan Candi Songgoriti



Pada masa kolonial, Belanda mendirikan sebuah tempat peristirahatan yang kemudian dikenal sebagai Selecta (pilihan). Di Selecta ini terdapat kolam renang yang memiliki mata air yang cukup dingin dan segar. Pemandangan taman bunga, pohon pinus, dan udara segar menjadi alas an Belanda menjadikan Selecta sebagai salah satu tempat peristirahatan. Bahkan tokoh proklamator kita, Bung Karno dan Bung Hatta pernah mengunjungi selecta dan memberikan kenang kenangan yang takkan terlupa bagi para masyaraaktu, kat yang ada di Selecta saat itu.





Tanah di kota Batu sangatlah subur sehingga menjadikan penduduk kota ini bermata pencaharian utama sebagai petani dan pedagang. Sentra agrobisnis merupakan faktor perekonomian masyarakat kota Batu. Namun saat ini, dengan maraknya destinasi wisata, kota Batu diberikan nama baru menjadi Kota Wisata Batu. Ada berbagai macam wahana wisata alam maupun buatan yang menjadi penunjang kota wisata. Misalnya saja wisata alam semacam gunung ,Air Terjun, pemandian air panas, kebun apel, dan juga wisata buatan semacam jatimpark, selecta, museum angkut atau museum transportasi, BNS (Batu Night Spectakular), dan masih banyak lagi.


21 Mar 2014

RESEP RUJAK APEL

Posted On 05.00 by Bagus Rochadi 0 komentar



Kali ini saya mencoba menulis sesuatu yang berbeda. Biasanya yang saya tuliskan adalah tentang obyek-obyek wisata kota Batu dan kota Malang. Kali ini saya menulis tentang resep masakan. Anda semua tentu sudah mengetahui bahwa kota Batu dan kota Malang mendapat julukan kota Apel. Nah, kali ini saya mencoba menuliskan bahwa Apel bisa juga dipakai untuk rujak. Tentunya rujak dengan berbahan utama Apel. Membuatnya cukup mudah dan bahan bahannya cukup sederhana.

BAHAN:
·        300 gram apel.
·        200 gram jeruk bali, cabik tipis.
·        3 sendok makan air jeruk lemon.
·        100 ml air.
·        1/2 sendok teh garam.

BUMBU YANG DIHALUSKAN:
·        5 buah cabai merah.
·        2 siung bawang putih.
·        100 gram gula pasir.

CARA MEMBUAT RUJAK APEL:
1.      Kupas apel, potong bentuk korek api. Rendam dalam air jeruk lemon agar tidak berubah warna. Sisihkan.
2.      Campur bumbu halus dengan air, air jeruk lemon dan garam. Aduk hingga gula larut.
3.      Susun potongan apel dan jeruk bali, siram dengan kuah.

Cukup mudah-kan membuatnya? Jadi apabila anda liburan ke Batu atau Malang, jangan lupa membawa buah Apel sebagai oleh-olehnya. Agar tidak bosan, anda bisa mengolahnya menjadi rujak ini salah satunya. Have a nice holiday


1 Jan 2014

OMAH MUNIR

Posted On 03.56 by Bagus Rochadi 2 komentar

Pernahkan anda mendengar nama Munir Said Thalib, SH atau lebih familiar di panggil Cak Munir? Beliau adalah salah seorang pejuang HAM yang menjadi korban konspirasi negara kita. Alm. Munir lahir di Batu, 08 Desember1965. Cak Munir meninggal di dalam pesawat Garuda Indonesia  pada perjalanannya menuju Amsterdam di tanggal 07 September 2004 dalam rangka akan melanjutkan studi S2 bidang hukum humaniter di Universitas Utrecht, Belanda. Terakhir Beliau menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. Biografi mengenai Cak Muir selengkapnya dapat anda lihat di wikipedia.



Atas prakasa Istri Alm. Munir, SH dan teman temannya (Glen Fredly, Butet Kertaradjasa, Melanie Subono, Untuk mengenang dan melanjutkan perjuangan Beliau,  maka di dirikanlah Omah Munir sebagai Museum Hak Asasi Manusia. Museum ini tidak berisikan mengenai perjuangan Alm. Munir saja, melainkan juga berisikan tentang sejarah perjalanan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Omah Munir ini sendiri merupakan rumah pribadi Alm. Munir, SH yang oleh istrinya Suciwati Munir di dedikasikan sebagai Museum HAM di Indonesia.
Omah Munir sendiri adalah sebuah inisiatif menjadikan sosok paling berharga dalam sejarah perjuangan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, yaitu Munir, sebagai ikon utama pendidikan HAM di Indonesia. Dengan mengambil bentuk museum, inisiatif ini bertujuan memberikan cara pembelajaran yang lengkap, melalui tampilan ruang dan audio visual, tentang dimensi-dimensi figur penting Munir dalam memperjuangkan agenda penegakkan HAM di Indonesia. Konsep dasar pembangunan omah munir berpijak pada pentingnya menanamkan prinsip karakter seorang individu yang menjadi sumber inspirasi berkembangnya inisiatif kemanusiaan yang lebih besar dibanding lingkup kehidupan individu itu sendiri di kalangan generasi muda Indonesia. Omah Munir menjadi alat pembelajaran bagi banyak orang tentang pentingnya sebuah karakter dan tekad yang kuat dalam memperbaiki kehidupan banyak orang di luar kehidupan pribadinya, yang ditunjukkan melalui keberanian dan kegigihannya.
Sosok Cak Munir ini akan menjadi martil terkeras dalam penegakkan dan keadilan HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia. Namanya semakin terkenal ketika ia banyak terlibat dalam pengungkapan kasus pelanggaran HAM di berbagai tempat dan kasus, seperti kasus buruh Marsinah, Talangsari, Aceh, Timor-Timur, Penculikan Aktivis 98 dan masih banyak kasus lainnya.
Pada 20 maret 1998, Munir dan kolega membentuk badan advokasi untuk mengusut kasus penculikan para aktivis mahasiswa yang secara kritis kerap mengoreksi pemerintah rezim Soeharto. Komisi untuk orang hilang dan korban kekerasan atau biasa disingkat KontraS, demikian nama lembaga tersebut. Lembaga ini yang kelak menjadi momok bagi para pelaku penculikan dan bagaikan malaikat yang tidak kenal lelah dalam memperjuangkan keadilan bagi para keluarga korban penculikan. Selain itu, Munir juga memprakasai pendirian Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia, atau IMPARSIAL pada tahun 2002.
Konsistensi Munir dalam penegakan HAM dan keadilan di Indonesia bukan tanpa resiko. Berbagai ancaman dan teror pernah ia rasakan, hingga puncaknya pada tanggal 07 September 2004 ketika sedang melakukan penerbangan ke Negeri Kincir Angin Belanda guna melanjutkan studi doktoralnya, ia diracun di udara. Arsenik, demikian nama racun yang dimasukkan ke dalam tubuh Munir sehingga nyawa sang pejuang tersebut melayang. Hingga kini dalang dibalik pembunuhan Munir tersebut belum terungkap.
Sepanjang hidupnya (1965 - 2004) Munir menerima berbagai macam penghargaan dari seantero negeri dan luar negeri. Diantaranya The Right Livelihood Award di Swedia (2000), sebuah penghargaan prestisius yang disebut sebagai Nobel Alternatif dari yayasan The Right Livelihood Award Jacob Von Uexkull, Stockholm, Swedia, di bidang pemajuan HAM dan kontrol Sipil terhadap militer di Indonesia. Sebelumnya, majalah Asiaweek (Oktober 1999) menobatkannya menjadi salah seorang dari 20 pemimpin politik muda asia pada milenium baru dan Man Of The Year versi majalah Ummat (1998).
Guna mengenang sosok dan perjuangan Munir inilah didirikan Omah Munir pada tanggal 08 Desember 2013, di kota Batu. Bukan untuk mendewakan sosoknya, melainkan mengenang jasa, perjuangan serta memahami dan mempraktekkan pemikirannya dalam bidang penegakkan HAM dan keadilan. Omah Munir diharapkan menjadi ladang persemaian Munir-Munir baru yang kelak akan menjadi pejuang Penegakan HAM dan keadilan di Indonesia

Penulis Bersama Suciwati Munir, Ibu Sumarsih, dan Butet Kertaradjasa di Omah Munir



19 Nov 2013

PANTAI SENDANG BIRU

Posted On 10.58 by Bagus Rochadi 3 komentar



D iantara pantai – pantai lain yang berada di  Malang, yang paling dikenal adalah Pantai Sendang Biru. Pantai Sendang Biru sendiri tepatnya berada Di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.  Pantai ini pula yang memiliki pemukiman padat penduduk. Mayoritas mata pencaharian penduduk di Desa Tambakrejo ini adalah nelayan. Lebih tepatnya nelayan pemburu ikan Tuna. Di Pantai Sendang Biru anda akan mendapati sebuah Tempat Pelelangan Ikan Tuna. Kualitas Ikan Tuna di sini termasuk Grade A.

Untuk mencapai Pantai Sendang Biru cukup mudah, berikut akan saya sertakan potongan dari peta/map kota Malang. Apabila anda tidak pernah mengunjungi kota Malang, anda tidak perlu khawatir tersesat untuk mencapai Pantai ini. Selain akses jalan yang sudah bagus dan mudah, penduduk kota Malang cukup ramah. Jangan segan - segan anda bertanya apabila kehilangan arah. Dari arah kota Malang, anda tinggal menuju ke arah selatan. Pantai - pantai Malang berada di selatan kota Malang.

Petunjuk Mencapai Pantai Sendang Biru

Disini saya menyarankan anda untuk tidak naik publik transport (angkot), dikarenakan lokasi Pantai Sendang Biru tersebut merupakan kawasan pinggiran. Angkot menuju daerah tersebut sebenarnya cukup mudah, akan tetapi anda harus memiliki kesabaran untuk pemberangkatan angkot tersebut. Angkot bisa berhenti berjam-jam untuk menunggu penumpang penuh.


Jalan menuju kawasan Pantai ini cukup berliku-liku, dan melewati sebuah pegunungan. Apabila dengan kendaraan pribadi, dengan kondisi normal, waktu yang diperlukan sekitar 3 jam untuk mencapai kawasan Pantai Selatan Malang ini. 

 Akses Jalan Menuju Pantai - Pantai Malang

 Di hari minggu atau hari libur, pantai Sendang Biru ini biasanya disesaki oleh para pengunjung. Tingkat keramaiannya berbeda dengan hari - hari biasa.


Pantai Sendang Biru ini sebenarnya adalah sebuah Tempat Pelelangan Ikan. Apabila pada musim ikan (biasanya bulan april - agustus), nelayan disini akan panen ikan. Mayoritas ikan yang di dapat adalah ikan tuna. Ikan jenis lain adalah ikan cucut, ikan tengiri, bahkan nelayan di sini sering mendapat ikan hiu.

ikan tuna raksasa
Foto di atas merupakan salah satu ikan tuna raksasa yang berhasil di tangkap oleh Nelayan Sendang Biru. Kebayang nggak, makan ikan tuna sebesar itu. Anda tak perlu bingung, anda dapat membawa pulang ikan hasil tangkapan para nelayan sendang biru yang berukuran kecil. Macam-macam ikan dapat anda temukan di pasar pelelangan ikan sendang biru. 

Apabila anda berminat untuk jelajah pantai Malang sebagai salah satu tujuan wisata anda selama di kota Malang atau kota Batu, anda  dapat menghubungi pihak www.indonesiansuperguide.com sebagai salah satu tour organizer untuk akomodasi liburan anda.
Salah satu paket wisata menarik yang di sediakan oleh Indonesian Super Guide adalah paket out door activity, yaitu paket wisata menginap di Pantai dengan mendirikan tenda (camping). Bagi anda yang tidak pernah tidur di alam bebas, anda akan merasakan suasana tidur langsung di bawah hamparan bintang gemintang, ditemani api unggun yang menyala, dan irama debur ombak. Paket ini tepat untuk putra dan putri anda.
Disarankan anda mengambil paket ini saat musim kemarau.Nikmatilah harmoni malam di tepi pantai bersama keluarga anda. Jauh dari kebisingan dan modernisasi akan membuat anda merasa rileks.
Pada pagi hari, cobalah untuk bermandikan air laut di tepi pantai dengan sinar mentari yang menyapa kulit anda dengan lembut. Dan anda akan lebih bersemangat saat kembali pada rutinitas sehari-hari.

 Foresty Photographer Club Sinar Mas
(tour by Indonesian Super Guide)