opo iki

2 Jul 2016

STASIUN MALANG

Posted On 03.00 by Bagus Rochadi 2 komentar


Apabila anda bermaksud mengunjungi kota Malang atau Batu, baik itu keperluan pekerjaan, pendidikan ataupun liburan, dan pilihan transportasi anda adalah kereta api, maka anda bisa turun di Stasiun kota lama atau stasiun kereta api kota Baru. Kedua stasiun ini adalah stasiun terbesar di Malang, akan tetapi tentunya kedua stasiun kereta api tersebut pasti memiliki perbedaan. Untuk jarak antara kedua stasiun tersebut tidaklah terlalu jauh, yakni sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor.

Stasiun Malang Kota Lama
Sebelum terjadi otonomi daerah, dan Malang merupakan sebuah daerah dengan struktur pemerintahan lama peninggalan era kolonial Belanda dengan cakupan wilayah yang meliputi Pasuruan, Probolinggo dan Batu yang pada masa itu dikenal sebagai Karesidenan Malang. Satu-satunya stasiun kereta api strategis pada saat itu adalah Stasiun Malang yang terletak di daerah Ciptomulyo, Sukun, Malang. Sedangkan stasiun lainnya merupakan sebagai sub-stasiun saja.

Stasiun Malang Kota Baru
Stasiun Malang kota baru atau kini lebih dikenal dengan Stasiun Malang adalah stasiun baru yang dibangun pada tahun 1941 oleh seorang Belanda bernama J. Van Der Eb. Stasiun ini dibangun karena stasiun sebelumnya, yakni stasiun Kota Lama tidak lagi mampu menampung kapasitas populasi yang kian melonjak.



Untuk saat ini stasiun kota baru Malang adalah stasiun utama, dengan lokasinya yang paling strategis dan paling ramai. Para wisatawan, mahasiswa ataupun pekerja akan lebih dominan turun di stasiun kota baru. Selain stasiun baru dengan kapasitas lebih besar, stasiun ini lokasinya berada dekat dengan pemerintahan / pusat kota. 


Reservasi Online
Pemesanan tiket melalui internet yaitu dengan membuka situs resmi PT KAI (Persero) dengan alamat: tiket.kereta-api.co.id untuk waktu keberangkatan H-90 hari sampai dengan H-2 hari sebelum keberangkatan kereta api.
Calon penumpang cukup memilih stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal keberangkatan dan jumlah penumpang melalui web tersebut. Setelah mengisi data diri sesuai identitas, calon penumpang akan mendapatkan kode pembayaran yang dapat dibayarkan melalui channel pembayaran sebagai berikut:


Pembayaran melalui ATM Bank (waktu pelayanan 24 jam) antara lain:
  • Bank Mandiri
  • Bank BII 
  • Maybank
  • Bank BRI
  • Bank BRI Syariah
  • Bank BPR KS
  • Bank OCBC NISP
  • BPD DIY
  • Bank Panin
  • Bank CIMB Niaga
  • Bank BNI
  • Bank BJB
  • Bank BCA
  • Bank Mayapada
  • Bank BTN
  • Bank Mega
  • Bank Pundi
  • Bank BTPN

Pembayaran melalui Minimarket dan Payment Point (waktu pelayanan s.d. Pukul 22.00 WIB dan beberapa gerai melayani 24 jam) antara lain:
  • Alfamart
  • Indomaret
  • Alfamidi
  • Lawson
  • Alfa Express
Payment Point (waktu pelayanan office hour) antara lain:
  • Kantor Pos
  • Jaringan Flash Mobile

  • Pembayaran menggunakan Kartu Kredit Visa/Master
  • Pembayaran melalui CIMB Clicks
  • Pembayaran melalui BCA KlikPay
  • Pembayaran melalui e-Pay BRI
  • Pembayaran melalui DokuPay
  • Pembayaran melalui Skye Mobile Money
Setelah pembayaran calon penumpang akan mendapatkan notifikasi melalui email, kemudian cetak notifikasi tersebut dan tukarkan dengan tiket KA di stasiun online terdekat.


1 Feb 2016

ECO GREEN PARK

Posted On 23.14 by Bagus Rochadi 10 komentar

Eco Green Park merupakan tempat wisata pertama di kota Batu yang dikembangkan oleh jawa timur park grup dengan nuansa ekosistem dan lingkungan dikemas dengan cantik berstandartkan internasional. Pada Eco Green Park ini terdapat 35 wahana yang memadukan konsep wisata alam, kebudayaan, lingkungan dan seni yang sangat inspiratif, menarik dan juga mendidik.









































4 Des 2015

WISATA BERKEBUN

Posted On 15.04 by Bagus Rochadi 12 komentar

Wisata berkebun atau kami menyebutnya sebagai Eco Tourism Education atau dalam Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai  salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.






Ekowisata ini dimulai ketika dirasakan adanya dampak negatif pada kegiatan pariwisata konvensional. Dampak negatif ini bukan hanya dikemukakan dan dibuktikan oleh para ahli lingkungan tapi juga para budayawan, tokoh masyarakat dan pelaku bisnis pariwisata itu sendiri. Dampak berupa kerusakan lingkungan, terpengaruhnya budaya lokal secara tidak terkontrol, berkurangnya kepedulian dan peran serta masyarakat setempat serta persaingan bisnis yang mulai mengancam lingkungan, budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Ekowisata biasanya melibatkan perjalanan ke tujuan mana flora, fauna, dan warisan budaya adalah atraksi utama. Salah satu tujuan ekowisata adalah untuk menawarkan wisatawan wawasan tentang dampak manusia terhadap lingkungan, dan untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih besar dari habitat alam kita.

Eco Education Tourism ini bekerja sama dengan petani lokal yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam membudidayakan tanaman hias, tanaman obat, tanaman buah dan sayur sayuran. 

Berbeda dengan liburan pada umumnya, wisata berkebun ini mengajari siapapun untuk belajar mencintai lingkungan dimulai dari berkebun. Foto foto ini adalah ketika siswa siswa dari SMPK Penabur Cirebon belajar berkebun dari awal dimulai dengan menanam strawberry.

Sebelum praktik secara langsung, siswa siswa dari SMPK Penabur Cirebon ini dibekali dulu mengenai jenis-jenis tanah dan teori dasar berkebun, mulai dari pembibitan, sistem stek tanaman dan lain sebagainya. Mentornya adalah Bapak Yuli Andoko, seorang petani lokal yang ahli dalam bidang tanaman. Mas Yuli sendiri selain ahli dalam bidang tanaman, Beliau juga ahli dalam bidang pertamanan.



Usai pembekalan singkat, siswa siswi SMPK Penabur Cirebon langsung praktek didampingi oleh Bapak Yuli. Setiap siswa diberikan media untuk menanam strawberry.

 
 


Strawberry hasil karya masing masing siswa sudah selesai, dan setiap siswa dapat membawa pulang tanaman hasil karyanya masing-masing.

Kami dari Indonesian Super Guide menawarkan berbagai pengalaman, program pendidikan lingkungan yang menginspirasi siswa untuk meningkatkan kinerja akademis mereka, keterlibatan sipil dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami bermitra dengan sekolah-sekolah umum, swasta dan kurikulum pendidikan lingkungan yang dapat diintegrasikan ke dalam sekolah menengah dan kelas SMA. Kami juga mendukung pendidik dengan menawarkan mentoring, pembinaan dan pengalaman pengembangan profesional yang dapat memperdalam basis pengetahuan disiplin dan / atau meningkatkan strategi pengajaran mereka yang berkaitan dengan metodologi KKN. 

Apabila anda secara pribadi, organisasi, atau sekolah berminat untuk menjadikan Eco Education Tourism ini sebagai salah satu tujuan pembelajaran dan liburan, anda dapat menghubungi kami di : 

Indonesian Super Guide
Jl. Munif No.03 kota Batu 65314 – Jawa Timur
Email                :  bagus@indonesiansuperguide.com
Phone               :  (0341) 592341
Phone / sms      :  085646764111
WhatsApp        :  081282573685
Pin BB              :  56F99958

Untuk Videonya :


 


18 Jul 2015

KOPI BATU MALANG

Posted On 11.50 by Bagus Rochadi 9 komentar


Batu dan Malang selalu identik dengan buah apel, mungkin itu yang hanya diketahui masyarakat Indonesia pada umumnya. Padahal potensi kota Batu dan Malang dalam bidang agribisnis maupun hasil laut yang sangatlah luar biasa. Mungkin anda belum mengetahui jika Batu memiliki kualitas kentang unggul terbaik se Indonesia yang disebut sebagai kentang Kurangkuali. Atau kesemek yang ekspor sampai Korea dan Singapura. Strawberry dan sayur mayur lain tumbuh sangat baik di dataran tinggi kota Batu. Berdasarkan catatan sejarah, tanaman jeruk dan kopi pernah menjadi potensi legenda yang pernah menjadi sebuah cerita kebanggan tersendiri, sayangnya potensi tersebut tenggelam di telan zaman, dan kini kota Batu dan Malang dikenal hanya karena buah apelnya.

Kopi

Lembah kota Batu memiliki ketinggian  ideal untuk menanam kopi, khususnya kopi jenis Arabica. Pada era kolonial, sebelum apel atau jeruk menjadi tanaman agribisnis potensial di kota Batu, kopi merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh seorang tuan tanah Belanda yang bernama Tuan Van Der Man di sebuah lereng gunung yang kini dikenal sebagai gunung Panderman.

 
gunung Panderman

Sedangkan untuk daerah Malang, tepatnya di eks.perkebunan PTPN Kalibakar hingga kini masih ditanami tanaman kopi jenis Robusta atau yang lebih dikenal kopi dampit. Kualitas kopi jenis robusta dari daerah dampit ini tidak diragukan lagi kualitasnya. Bahkan daerah Dampit merupakan salah satu daerah pengekspor kopi terbesar di Indonesia.


Kini, seseorang anak muda  asli kota Batu berusaha lagi menghidupkan legenda yang hilang tersebut. Mencoba memproses kopi tersebut dengan pola pola tradisional tanpa campuran apapun, termasuk bahan bahan kimia di dalamnya. Semua peralatannya pun bahkan bisa dibilang cukup sederhana dan klasik.


Untuk mendapatkan kualitas terbaik tidaklah bisa didapat dengan instant. Semua proses pasti memerlukan waktu yang tidak sebentar. Untuk mendapatkan hasil terbaik digunakanlah tekhnik dekafenisasi kopi, yakni dengan cara menyimpan kopi dalam gudang kering dengan kelembaban tertentu selama minimal 1 tahun sebelum di shangrai. Kemudian baru biji kopi tersebut di giling sampai sehalus mungkin dan siap untuk dikonsumsi.




 Putri Titian

Putri Titian

    
Junior Liem

Pemprosesan kopi ini sempat dikunjungi oleh tim dari celebrity on vacation TransTv dengan Junior Liem dan Putri Titian sebagai host dari acara tersebut. Mereka penasaran dengan potensi lokal yang terlupakan, dan belajar bagaimana kopi tersebut diproses secara manual.



Deskripsi Produk Java Forest Coffee
 
Sebelumnya kami sampaikan terima kasih atas peran serta anda dalam membeli produk lokal sebagai upaya sederhana mencintai negeri ini. Selama ini, Batu Malang selalu identik dengan buah apel. Di sini kami berusaha menghidupkan kembali salah satu potensi lokal yang terlupakan.
Inilah persembahan terbaik dari ketinggian lereng Arjuna, sebuah Gunung yang memiliki nilai historis tinggi dan merupakan hulu dari mata air sungai terpanjang di Pulau Jawa. Dengan jenis kopi arabica yang ditanam diantara perkebunan apel berdampingan dengan lebatnya hutan gunung Arjuna. Menggunakan pola pola tradisional tanpa ada unsur kimia dalam memproses biji kopi menjadi minuman budaya warisan leluhur yang menjadikan Indonesia dikenal oleh dunia melalui kopi. Bagi orang Indonesia, kopi lebih dari sekedar minuman. Kopi merupakan simbol dari kebudayaan dan hangatnya kekeluargaan.
Untuk jenis robusta, kopi dari kawasan pinggiran selatan Batu Malang merupakan yang terbaik dari seluruh negeri. Daerah dampit pernah menjadi perkebunan kopi robusta terluas se-Indonesia. Lokasinya berdekatan dengan area Pantai Selatan, bahkan beberapa wilayahnya merupakan anak sungai yang menjadi jalur lintasan lahar Gunung Semeru.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, memerlukan proses yang tidak instant. Kami menyebutnya Proses dekafenisasi biji kopi, yakni pola menyimpan biji kopi dalam gudang kering yang memerlukan waktu minimal 1tahun sebelum di shangrai, kemudian biji kopi baru digiling sampai sehalus mungkin sehingga sudah layak untuk dikonsumsi.
Kopi ini tanpa campuran apapun, tidak hanya murni dari segi kualitas. Akan tetapi semua proses dari penanaman hingga penjualan merupakan murni kerja keras petani lokal dan anak anak muda setempat tanpa sedikitpun melibatkan tengkulak, pengusaha atau investor besar.



3 Jun 2015

Air Terjun Pantai Malang

Posted On 12.57 by Bagus Rochadi 16 komentar

Sebenernya saya bingung, ini mau saya kasih judul Pantai atau Air Terjun ya? karena di sini ada sebuah air terjun tiga tingkat yang langsung mengarah ke laut setelah melalui sebuah pantai. Mungkin, ini adalah wisata alam yang langka ada di dunia, sebuah air terjun yang langsung mengarah ke laut dengan kondisi pantai yang landai. Anda tidak akan mendapatkan batu karang seperti halnya terdapat di laut selatan. Pantai ini cenderung aman, meskipun untuk anak anak. Kondisi ombaknya sangat bersahabat karena tertutup oleh tanjung berbentuk U, sehingga ganasnya ombak laut selatan tidak langsung mengarah ke pantai.

Air Terjun Banyu Anjlok

Perjalanan ini awalnya bukan murni karena saya tahu letak pantai ini, melainkan karena ketertarikan saya tentang asal muasal kopi Dampit atau lebih dikenal dengan kopi Amstirdam yang telah mendunia. Saya belum mengetahui, bahkan informasi di dunia online mengenai pantai ini masih sangat minim. Menemukan pantai ini kebetulan saja, karena saya sedang tersesat dan melihat lihat area sekitar dengan google map. Disana saya tertarik dengan pola pantai yang seperti membentuk tanjung huruf U. Rasa penasaran menuntun jiwa petualang untuk mencapai deretan pantai Malang yang memang masih alami karena jarang terekspos.




Perjalanan menuju deretan pantai Malang ini melalui perkebunan kopi yang dikenal sebagai PT Perkebunan Nusantara XII atau PTPN XII Kalibakar dengan latar belakang megahnya gunung semeru. Dari kecamatan Dampit, masih diperlukan waktu sekitar 90 menit untuk mencapai Pantai tujuan yang dikenal sebagai Pantai Lenggoksono. Jalan menuju kesana relatif baik, meskipun harus berliku-liku dan naik turun pegunungan.

Tanjung


Setiba di Pantai Lenggoksono, saya cukup kecewa. Kesan pantai ini tak jauh beda dengan pantai - pantai lainnya yang tak jauh dari pemukiman penduduk, kondisi pantai dengan hawanya yang panas, sampah berserakan dimana-mana dan nampak berantakan. Angin tidak terlalu kencang dan ombaknya berdebur tenang. Apa istimewanya tempat ini?

Pantai Lenggoksono

Disela istirahat setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, saya ngobrol dengan penduduk setempat di sebuah warung kopi mengenai pantai-pantai di sekitar kawasan Desa Lenggoksono. Masyarakat sekitar sana merekomendasikan mengenai Pantai Bolu Bolu dan Pantai Banyu Anjlok (air jatuh) untuk dikunjungi. Hanya saja untuk mencapai kedua pantai tersebut haruslah dengan menggunakan perahu untuk menyeberang.

Perjalanan kami dimulai dengan mengarungi laut menggunakan sebuah perahu kecil bermotor yang bisa dinaiki maksimal sekitar 10 orang. Kondisi cuaca saat itu cukup bersahabat, ombak yang berdebur kecil dan awan yang mendung sehingga tidak terlalu panas. Apalagi perjalanan kali ini kita membawa 3 balita.

Tujuan kami pertama adalah Pantai Bolu Bolu. Saat kami tiba disini, kami terpukau. Pantai ini selain sepi, juga masih bersih. Beda dengan kebanyakan pantai pantai di Malang pada umumnya. Kami benar benar merasakan nyaman disini. Kondisi ombak yang tenang, suasana yang nyaman, pantai yang bersih, gugusan karang yang menjadikan bentuk pantai ini makin indah, bahkan banyak beberapa mata air tawar yang mengarah langsung ke pantai sehingga kami merasa tidak lengket bermain main di salah satu pantai yang masih alami ini.






 Pasir Bersih Tanpa Sampah

Apabila anda memiliki anak anak kecil, pantai ini saya rekomendasikan. Selain bersih dan tenang, ombak disini relatif kecil. Berbeda dengan ombak laut selatan jawa pada umumnya Akan tetapi anda tetap juga harus waspada mengawasi putra dan putri anda bermain disini.



 

Setelah bosan kami bermain main di Pantai Bolu Bolu, kami menghubungi kembali tukang perahu untuk minta dijemput. Tujuan berikutnya adalah Pantai Banyu Anjlok.