AIR TERJUN COBAN RONDO


Salah satu air terjun legendaris yang dkelola dengan baik adalah Air Terjun Coban Rondo. Letak dari pusat kota Batu sekitar + 45 menit, dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor. Letak Coban Rondo sendiri berada di wilayah barat perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kota Batu, tepatnya di Desa Sebaluh Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Akses jalan menuju air terjun Coban Rondo juga tidak terlalu sulit, bahkan bus besar pun bisa mencapai lokasi gerbang menuju air terjun coban Rondo.

 

Salah satu destinasi wisata salam terbaik di kota Batu adalah Coban Rondo. Saat yang tepat mengunjungi Coban Rondo adalah pagi hari sekitar pukul 06.00 - 08.00 WIB. Apabila di sore hari, anda sebaiknya mengunjunginya pada sekitar pukul 15.00 - 17.00 WIB. Sepanjang perjalanan di area Coban Rondo, anda akan disuguhi suasana pepohonan yang menyejukkan. Tak hanya itu, pohon pohon cemara di sepanjang sisi perjalanan juga mampu sejenak melepaskan penat dari segala rutinitas anda.


Biasanya, di area Coban Rondo juga akan banyak monyet. Monyet monyet yang berada di kawasan ini jinak jinak monyet meskipun kadang ada yang nakal. Anda tak perlu takut, berbagilah makanan anda pada sekawanan monyet. Saya pribadi sangat senang apabila monyet monyet ini turun, sembari memberinya makan, kita bisa mengajaknya bercanda.



Anda tidak disarankan untuk mandi di bawah air terjun, apalagi pada musim penghujan. Anda cukup berbasah basahan di sekitar sungai kecil di air terjun coban rondo. Bahaya dapat datang tanpa di duga jika anda mencoba untuk memaksakan keadaan.

Legenda Air Terjun Coban Rondo bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita yang bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi menikah dengan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mencapai 36 hari (selapan), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmara. Namun kedua orang tua Dewi Anjarwati melarang kedua mempelai pergi, karena baru saja selapan
Ketika dalam perjalanan, keduanya dikejutkan dengan kehadiran Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Tampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Perkelahian tidak dapat dihindarkan, kepada Para Punokawan yang menyertainya, Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di sebuah tempat yang ada cobannya (Air Terjun). Perkelahian berlangsung seru, dan kemudian keduanya sama sama gugur. Dengan demikian Dewi Anjarwati menjadi janda (dalam bahasa jawa janda = rondo). 
Sejak saat itulah, Coban tempat Dewi Anjarwati tinggal menanti suaminya disebut sebagai Coban Rondo atau Air Terjun Janda.. Konon batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri. Demikian legenda menceritakan mengenai Air Terjun Coban Rondo.


Apabila anda lupa membawa makanan, anda tak perlu risau. Diluar banyak sekali stand stand yang menjajakan aneka makanan. Khas di daerah coban rondo ini adalah jagung bakar. Dan jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan di area coban rondo. Selamat berlibur, apabila anda memerlukan guide/penginapan/transportasi, anda bisa menghubungi kami di : 085646764111 / 081282573685 www.indonesiansuperguide.com 




No comments